Pemeriksaan tanda-tanda vital (TTV) merupakan metode pengukuran atau pemeriksaan fungsi tubuh yang paling dasar yang dapat dilakukan untuk mengetahui tanda klinis yang memiliki manfaat dalam menegakkan diagnosis penyakit dan menentukan perencanaan terapi medis yang sesuai.
Tanda-tanda vital meliputi suhu tubuh, denyut nadi, pernafasan dan tekanan darah. Apakah tujuan dari pengukuran tanda-tanda vital? Mengukur tanda-tanda vital bertujuan untuk mengetahui status kesehatan klien secara umum, sebagai data dasar untuk menentukan tindakan medik dan tindakan keperawatan, memonitor klien dengan resiko ketidakseimbangan status tanda vital.
Untuk melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital kita perlu mengetahui rentan nilai normalnya. Berikut ini adalah jenis-jenis pengukuran tanda-tanda vital.
1. Tekanan Darah(TD)
Tekanan darah adalah ukuran seberapa kuatnya jantung memompa darah keseluruh tubuh anda. Tekanan darah biasanya menjadi tolak ukur dalam mendeteksi penyakit atau kondisi kesehatan tubuh. Rentan nilai normal pada tekanan darah adalah sebagai berikut :
Bayi : 70-90/50 mmHg
Anak : 80-100/60 mmHg
Remaja : 90-100/66 mmHg
Dewasa muda : 110-125/60-70 mmHg
Dewasa tua : 130-150/80-90 mmHg
2. Nadi(N)
Denyut nadi merupakan frekuensi pemompaan jantung pada arteri. Pengukuran ini juga bermanfaat untuk menentukan irama dan kekuatan nadi. Rentan nilai normal pada denyut nadi adalah sebagai berikut :
Bayi : 120-130 kali/menit
Anak : 80-90 kali/menit
Dewasa : 70-80 kali/menit
Lansia : 60-70 kali/menit
3. Frekuensi Pernafasan atau Respiration Rate(RR)
Frekuensi pernafasan atau laju pernafasan bisa menunjukan seseorang memiliki pernafasan yang normal atau tidak normal. Biasanya pengukuran laju pernafasan dilakukan ketika seseorang sedang beristirahat. Rentan nilai normal pada laju pernafasan adalah sebagai berikut :
Bayi : 30-40 kali/menit
Anak : 20-30 kali/menit
Dewasa : 16-20 kali/menit
Lansia : 14-16 kali/menit
4. Suhu atau Temperature
Pemeriksaan suhu tubuh berguna untuk menilai kondisi metabolisme tubuh. Hal ini dikarenakan, proses metabolisme yang terjadi di dalam tubuh akan menghasilkan panas secara kimiawi. Rentan nilai normal pada suhu tubuh adalah sebagai berikut :
Hipertermi : > 40°c
Febris/Pireksia : 37,5° – 40°c
Normal : 36° – 37,5°c
Hipotermi : < 36°c
